PROMOSIKAN MESIN CUTTING, BAHAN STICKER ATAU USAHA STICKER ANDA DI SINI. HUBUNGI 0812 9039 8495

Cutting Sticker adalah Peluang Usaha yang Abadi

Blog sticker saya di wordpress
Cutting sticker mungkin kurang begitu populer 20 tahun silam di Indonesia. Namun seiring perkembangan zaman, usaha ini telah tumbuh bagaikan cendawan di musin hujan. Awalnya banyak yang berasumsi untuk membuka usaha cutting sticker hanya bisa dilakukan orang orang berduit karena membutuhkan modal yang banyak. Ternyata itu hanya asumsi bagi orang orang yang selalu merasa takut gagal dan gagal.

Saya bukanlah pengusaha cutting sticker, saya lebih suka menyebut usaha saya sebagai sebuah Usaha Kecil Menengah atau UKM. Setelah tujuh tahun berjuang dari nol, sempat beberapa kali berpikir untuk usaha yang lain, akhirnya saya memutuskan untuk menekuni cutting sticker. Jika sekarang saya merasa lebih nyaman dengan kehidupan sebagai seorang bakul (baca penjual) sticker, itu bukan karena toko saya ada di mana mana, ada puluhan karyawan, omzet yang melimpah, melainkan karena saya merasa bersyukur apa yang saya terima lebih menyenangkan dibandingkan saat saya masih bekerja dengan orang lain, meski di sebuah grup perusahaan besar.

Tahun 1999 lalu, ketika saya membuat blog pertama saya tentang cutting sticker, yang ingin saya harapkan ialah sekadar menyalurkan hasrat menulis. Sekadar tulisan yang paling tidak mengingatkanku, syukur jika dibaca orang lain. Anda tahu apa yang terjadi dengan blog saya itu? Lima detik lalu saya buka dan saya screenshot, pengunjungnya 383.062. Pengunjungnya dari berbagai negara, pertama jelas Indonesia, disusul Amerika Serikat, negara negara Eropa, Arab Saudi dan negara negara Asia. Minimal pengunjung blog pertama saya tentang cutting sticker itu 150 per hari. Ada ratusan komentar yang sudah saya balas, dan masih ada beberapa yang berstatus pending.

Pertengahan bulan Februari tahun 2016, saya membuat blog kedua yang materinya tak jauh jauh dari blog pertama saya, masih seputar cutting sticker. Tiga dertik lalu saya buka dan sudah ada 2.800 pengunjung. Saat saya cek di statistik, pengunjung terbanyak tetap Indonesia disusul Amerika. Jika bicara soal bagus tidaknya tampilan blog, saya pasti akan merendahkah karena saya memang bukan ahli membuat blog. Saya lebih suka menulis apa yang saya lakukan selama menjalani usaha sticker. Jadi jangan ajak saya diskusi soal search engine optimation (SEO), bagaimana meningkatkan ranking blog di alexa atau masuk di halaman pertama pencarian halaman google.

Nyatanya saat Anda ketikkan kata bahan sticker, bahan stiker, grosir bahan stiker blog saya masih nangkring di halaman pertama, lebih sering di urutan pertama. 

Blog sticker saya di blogspot
Saya tidak akan mengupas bagaimana cara membuat blog, saya justru tertarik dengan fenomena kedua bloig gratisan saya itu. Blog pertama platformnya wordpress, blog kedua yang sedang Anda baca ini platformnya blogspot. Namun jumlah pengunjungnya saya lihat terus meningkat. Bisa Anda bayangkan, sekian ratus juta orang atau malah lebih, setiap hari mengakses internet di belahan dunia. Pasti bukan kata sticker yang selalu dicari. Sticker seingat saya juga belum pernah menjadi trending topic di twitter atau sosmed lainnya.

Atau begini saja, kita ambil kesimpulan pencarian dengan kata kunci sticker adalah perilaku orang orang yang memang tertarik dengan dunia cutting sticker atau sticker pada umumnya. Namun lihatlah kanyataannya, pengunjung kedua blog saya tak pernah sepi. Bahkan mas bule pun ikut mencarinya di internet, dan data asal negara mereka masuk ke data statistik yang bisa saya cek setiap saat. Beberapa kali saya menerima email dari perusahaan pembuat bahan sticker di Tiongkok, menerima email dari Google Indonesia menawarkan iklan di halaman Google. Namun maaf, saya justru yang malah merasa belum siap. Saya rasa usaha saya belum sebesar yang mereka bayangkan. 

Jadi apa yang ingin saya sampaikan di sini? Saya percaya usaha cutting sticker akan tetap ada selama kehidupan di dunia ini berlangsung. Sticker bukan lagi tempelan yang sekadar dipakai oleh para pedagang kakilima yang menuliskan menu makanannya di kaca dengan sticker cutting, atau juga sekadar bahan yang digunakan untuk mempercantik warna bodi kendaraan lewat car atau bike body wrapping. Sticker sudah merambah banyak sisi kehidupan manusia. 

Saat dunia digital printing membumi lima tahun belakangan, ada kekhawatiran cutting sticker akan tergilas. Namun sekali lagi, cutting sticker yang saya tekuni tetap saja mendapatkan order yang stabil. Bahkan cenderung meningkat seiring kebutuhan masyarakat akan fungsi cutting sticker. Negara negara maju seperti Jepang, Korea, Jerman, Kanada, Amerika juga terus mengupdate kualitas produk bahan sticker yang dipasarkan ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Dan Anda pasti tahu merekj merek ternama seperti Oracal, Macal, Avery, Aslan, 3M, Kiwalite, DCFix dan sebagainya. Sementara Tiongkong dan Taiwan pun tak mau kalah ikut meramaikan pasar bahan cutting sticker. Bukan hanya bahan cutting sticker, mesin cutting sticker pun demikian banyak ragamnya, tinggal pilih sesuai bujet dan kebutuhan.

Masihkah Anda ragu untuk menekuni usaha cutting sticker sementara Anda tahu kota atau daerah di mana Anda tinggal membutuhkan kehadiran usaha seperti ini. Survei kecil kecilan juga boleh Anda lakukan, misalnya dengan meminta pendapat sejumlah pemilik kendaraan bermotor, kantor kantor yang membutuhkan tulisan untuk papan nama dan kelompak masyarakat lainnya. 

Semoga artikel tentang peluang usaha cutting sticker ini bermanfaat.

0 Response to "Cutting Sticker adalah Peluang Usaha yang Abadi"

Post a Comment